ketika bulan sedang malu
Malam ini terus berputar tentang kerinduan saya terhadap kamu, sigadis lucu dengan wajah Tionghoa nya yang membuat malam ini semakin gelisah.
Sudah berapa kali makan nasi hari ini nona?
Air putih sudah berapa gelas kau habiskan?
itu penting untuk tulangmu nona supaya kuat, menopang hidup yang tak tentu. ada yang bisa saya bantu?
Malam smakin dalam semakin seram ketika telinga dan pikiran selalu ada kamu tidak...
oh sungguh tak merepotkan nona, kamu selalu ada disini diposisimu yang lalu dan itu abadi, dan aku hanya ingin menjadi dekat dihati jauh dimata.
Tak apalah ketika hati dan pikiran semua menyeluruh tentang kamu tentang kita, tentang kasih sayang asmara yang saya rasakan itu semacam dentuman bom, karena rindu ini sudah menggebu di suatu kota serpihan-serpihan nya mengandung debu debu kisah kita.