aku tak perduli
silahkan peluk rasa penyesalan dan kekalahan lo itu rapat rapat we're move on, Tak ada lagi kata rayuan yang lembut, Tak ada lagi rasa mengemis harga diri ke kamu seperti dulu. ini cerita tentang masa lalu saya dan tentang seseorang munafik yang hampir membuat saya ancur dalam keputus asaan, tapi saya mengharamkan untuk menyebut nama kamu karena nama itu sudah terkubur didalam masa lalu saya. bicara apa kamu tentang kebahagiaan, hai perempuan kecantikan kamu tidak berlaku didepan saya tuan besar, apakah kamu sudah lupa bahwa kesombongan dan kecantikan kamu, kamu meninggalkan saya dalam keadaan sedang rapuh, dan membuang saya kedalam hujan dan petir. petir menjadi saksi kesedihan saya Tuhan mendengarkan doa doa orang yang tertindas, dan doa seseorang yg dalam batinnya menunduk dihadapan tuan memohon belas kasian, Dan lebih tololnya setelah kamu campakkan Aku mengemis dan menunduk dihadapanmu sampai lebih rendah dari seekor anjing. -NV