Postingan

aku tak perduli

silahkan peluk rasa penyesalan dan kekalahan lo itu rapat rapat we're move on,  Tak ada lagi kata rayuan yang lembut,  Tak ada lagi rasa mengemis harga diri ke kamu seperti dulu.  ini cerita tentang masa lalu saya dan tentang seseorang munafik yang hampir membuat saya ancur dalam keputus asaan, tapi saya  mengharamkan untuk menyebut nama kamu karena nama itu sudah terkubur didalam masa lalu saya.  bicara apa kamu tentang kebahagiaan, hai perempuan kecantikan kamu tidak berlaku didepan saya tuan besar, apakah kamu sudah lupa bahwa kesombongan dan kecantikan kamu, kamu meninggalkan saya dalam keadaan sedang rapuh, dan membuang saya kedalam hujan dan petir.  petir menjadi saksi kesedihan saya Tuhan mendengarkan doa doa orang yang tertindas, dan doa seseorang yg dalam batinnya menunduk dihadapan tuan memohon belas kasian,  Dan lebih tololnya setelah kamu campakkan Aku mengemis dan menunduk dihadapanmu sampai lebih rendah dari seekor anjing.  -NV

ketika bulan sedang malu

Malam ini terus berputar tentang kerinduan saya terhadap kamu, sigadis lucu dengan wajah Tionghoa nya yang membuat malam ini semakin gelisah.  Sudah berapa kali makan nasi hari ini nona?  Air putih sudah berapa gelas kau habiskan?  itu penting untuk tulangmu nona supaya kuat, menopang hidup yang tak tentu. ada yang bisa saya bantu?  Malam smakin dalam semakin seram ketika telinga dan pikiran selalu ada kamu tidak...  oh sungguh tak merepotkan nona, kamu selalu ada disini diposisimu yang lalu dan itu abadi, dan aku hanya ingin menjadi dekat dihati jauh dimata.  Tak apalah ketika hati dan pikiran semua menyeluruh tentang kamu tentang kita, tentang kasih sayang asmara yang saya rasakan itu semacam dentuman bom, karena rindu ini sudah menggebu di suatu kota serpihan-serpihan nya mengandung debu debu kisah kita. 

ini tentangmu

seblumnya akupun ragu mengatakan ini ini tentang kita ditahun dua ribu dua lima,  berawal kau berkomentar dipostinganku aku terkejut dan juga gembira,  lalu muncul rasa cinta yang tak setan pun tahu.  kita berjalan bersama ketempat yang kita setuju itu ya coffee shop itu makan minum berbincang berpandangan mata.  disitu kamu masih kaku entah malu atau  merasa ragu jalan dengan ku tapi herannya kau mau.  kami berdua selepas itu pulang kembali berkabar melalui alat komunikasi dengan bahasa yang asik riang dan lucu walau kamu sering bilang lebay.  tapi ku akui senyummu candamu bahkan suara yang keluar dari mulutmu aku rindu dengan gaya khas mukul' ku ketika ku sedang merayu.  -nv

antara aku kau dan hujan gerimis itu

Hai kayanya tidak terlalu penting ya aku menulis diri ini, tentang hari yang aku jalanin tentang senyum aku yang baru saja mulai mekar bisa dibilang gembira ria.  oke oke jadi aku kasih kata kata hari ini untuk mereka yang sedang lupa caranya tersenyum tulus... mari mari dengar aku  hey nona kau terlalu cantik malam ini jaket tebal yang kau pakai berwarna anggur merah itu mengobati rasa rindu, senyumu mengalahkan dentuman suara bom yang ada diperang ke-3, bisa dibilang kau istimewa nona mari tersenyumlah tak baik punya hati sekeras batu nona.  adakalanya aku terpukau melihat dia tersenyum durja bukan termenung durja ya hehe. aku suka dengan dia tatapannya menulusuri cakrawala hati yang tertimpa risau tadi pagi... selamat hari jumat nona. 

coretan malam untuk tuhan

 aku tidak kaget kembali seperti ini, aku tidak marah dengan Tuhan apa yang sudah ia susunkan. terimakasih untuk membawaku bertamasya dengan pengalaman yang seru.  semua yang kita jalani sekarang pahit dan manisnya kehidupan itu cara allah memperkenalkan dirinya.  apakah bisa dibilang allah sedang menjatuhkan kita, jika kita diperintahkan mencium tanah untuk bersujud kepadanya, apakah puncak sholat itu ketika kita berdiri?  Justru ketika kita bersujud tersungkur mencium bumi itulah puncak sholat kita, ketika manusia merendahkan segala kesombongannya dan harus mencium bumi allah, kita sekarang sedang berada dipuncak kehidupan kita. Kesulitan ini adalah puncak terindah kehidupan yang kita alami.  memang pahit, sepahit lidah syuhada yang pucat menatap kilatan mata pedang ketika menebas lehernya -NV

yang kau tahu

 aku bukan pengecut yang nyerah ninggalin kmu sendiri  dan aku ga akan jadi pengecut.  tapi menurut kamu sedikit kesulitan atau kebodohan cukup membuat seseorang jadi pengecut dan mnurut kmu itu aku sekerdil itu hingga harus ditolong oleh kebaikan hati kmuu  kamu memang hebat dalam segala hal  tapi kamu paling lemah mengatasi prasaan. KAMU ORANG BAIK itu kelemahan kamu.  seperti yg saya janjikan saya tidak akan merubah arah kita, saya akan meminum apapun yg sudah kamu sentuh kamu mempunyai tempat yg tak tergantikan disini dihatiku.  -NV

ketika kau

 disini saya sangat senang mencintai kamu lewat perasaan riangku, ketika kau juga begitu aku bahkan setuju perasaan riang yang mendera menancap kan cahaya kebahagiaan ketika kau senang akupun itu -NV